Kata Siapa Berbuka Harus Dengan Yang Manis

Setiap bulan ramadhan datang, selalu ada saja ragam makanan yang biasanya laku keras tiba-tiba jadi sepi penggemar. Makanan berlevel pedas tinggi, misalnya. Mie setan dan ceker setan yang pedas-pedas nikmat itu seakan ikut dipenjarakan seperti setan-setan lainnya saat ramadhan. Padahal, mengonsumsi makanan pedas saat berbuka dan sahur sudah jadi hal yang sangat dianjurkan, lho. Soalnya :

1. Pedasnya cabai nggak lebih pedas dibanding sindiran calon mertuamu.

Nggak perlu mengindari gorengan dan cabai rawit atau menu masakan bercabai lainnya saat berbuka karena sebenarnya, cabai nggak seberbahaya itu, kok! Efek pedas yang ditimbulkan cabai malah bisa memperlancar pencernaanmu, lho. Rasa pedas cabai juga sudah teruji aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi. Tapi kalau pedasnya omongan calon mertua cukup didengarkan saja, jangan diambil hati.

2. Cabai bisa mensukseskan bubermu (buka berdua) dengan gebetan.

Menjalani kencan yang romantis di bulan ramadhan bukanlah hal yang mustahil. Kalau kamu bingung mau kencan kemana dan makan apa nantinya lalu ketika bertanya cuma dapat jawaban "terserah", ajak aja si doi ke resto makanan pedas! Dijamin kalian berdua akan sama-sama bahagia dan makin saling cinta. Sebab, zat capsaicin dalam cabai mendorong kita untuk menghasilkan hormon endorfin yang merupakan penyebab kita merasa bahagia. Eh, kalau udah bahagia dan makin cinta, awas jangan sampai zina!

3. Raih bentuk tubuh idamanmu dengan mengonsumsi cabai!

Efek pedas dari cabai yang bisa melancarkan pencernaan juga berdampak pada bentuk tubuhmu, lho. Orang dengan sistem pencernaan yang lancar pasti memiliki bentuk tubuh yang cenderung ideal. Oleh karena itu, untuk ladies yang selalu ingin sukses menjalankan program diet dan upload foto bertagar #bodygoals, jadikanlah momen puasamu kali ini berharga dengan tidak lagi mempercayai mitos bahwa cabai itu berbahaya dan mulailah mengonsumsinya saat buka puasa ataupun sahur.

4. Cabai bisa menangani doi yang lagi ngambek.

Si pedas yang sering dihindari ini ternyata malah bisa memberi efek positif lho bila dikonsumsi. Sebab, selain memicu hormon endorfin yang membuat bahagia, cabai juga bisa memberi efek tenang dan menghindarkan doi dari darah tinggi akibat marah-marah. Selain ngambeknya sembuh dan jadi lebih "jinak", sistem kardiovaskular dalam tubuh doi juga ikut membaik karena mengonsumsi cabai. Jadi, semua tenang, semua senang.

5. Dapat kabar buruk? Kamu bisa tetap tegar karena cabai.

Meski ramadhan sering dijuluki bulan bahagia penuh berkah, kamu juga pasti pernah menerima kabar buruk. Nah, kabar buruk ini seringkali bersifat mengejutkan. Tapi jika kamu nggak percaya mitos dan tetap mengonsumsi cabai, kamu nggak akan kaget sampai jantungan kok kalau tau pacarmu mendua dengan sahabatmu sendiri, atau nilai ujian yang lebih rendah dibanding temen yang ngakunya nggak belajar sama sekali. Kenapa bisa jadi lebih tegar? Soalnya, cabai mengandung anti-inflamasi yang mana inflamasi merupakan pemicu terjadinya serangan jantung. Jadi jantungmu nggak kaget-kaget amat dan lebih siap menerima keadaan.

Namun, meski larangan menyantap makanan bercabai saat berbuka puasa dan sahur hanyalah mitos, kamu tetap harus mengonsumsinya secara wajar dan tidak berlebihan. Sebab jika berlebihan, cabai malah bisa merusak lambung dan membangkitkan maagh. Tapi jika hal itu terjadi, beli saja colidan di apotek terdekat karena colidan tak hanya efektif dalam meredakan nyeri di lambung tapi juga ampuh mengusir maagh.

Rekomendasi

COLIDAN
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
LIFESTYLE
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
LIFESTYLE
LIFESTYLE
LIFESTYLE
LIFESTYLE
LIFESTYLE
KESEHATAN
TIPS LAMBUNG
LIFESTYLE
LIFESTYLE