Khusus Cowok: 7 Alasan Mengapa Kamu Nggak Perlu Jadi Workaholic

Workaholic adalah sebutan untuk mereka yang selalu menomorsatukan pekerjaan di atas segala-galanya. Mereka bahkan kurang bisa membedakan mana urusan profesional dan urusan personal. Padahal terlalu gila kerja juga punya dampak buruk bagi mental dan fisik kita yang kadang nggak disadari. Ini lho 7 alasan mengapa kamu para cowok gak perlu jadi workaholic.

1. Jangan Jadi Workaholic Kalau Nggak Ingin Jadi Jomblo Selamanya


Kalau kamu seorang workaholic, kamu akan lebih sering menghabiskan waktu dengan laptopmu dan nggak peduli dengan pasanganmu yang siang-malam berada di sampingmu.
Bahayanya, kamu bisa jadi akan kehilangan orang yang kamu cintai. Apalagi sudah dibuktikan dengan hasil penelitian dari University of North Carolina yang menunjukkan bahwa pernikahan dengan seorang workaholic berpotensi untuk mengalami perceraian dua kali lipat.
Well, gimanapun juga perempuan nggak pernah suka dengan adanya pesaing, meski…yeah itu hanya sebuah komputer atau laptop.

2. Meski Gaji Belum Tentu Naik, Nyatanya Workaholic Hidupnya Malah Lebih Boros


Kamu berusaha bekerja keras hingga lembur demi bisa mendapat gaji dua kali lipat lebih banyak?
Lupakan. Cara itu tidak akan berhasil. Karena menjadi workaholic justru akan membuat tabunganmu menipis.
Kok bisa? Well, kamu mungkin nggak sadar kalau tiap hari kamu butuh "asupan tambahan" untuk menemani bekerja seperti untuk beli kopi, beli paket internet, atau camilan. Tapi sayangnya, hal-hal yang kamu anggap remeh itu justru tanpa disadari lebih banyak menghabiskan uang. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.
Belum ditambah biaya pemulihan kesehatan jika mendadak sakit karena diforsir untuk bekerja. Beneran nggak sebanding dengan gaji yang kamu dapat.

3. Bukannya Disayang Bos, Menjadi Workaholic Justru Menghambat Produktivitas, Kreativitas, dan Inovasi


Kamu mungkin sangat suka (bahkan cinta mati?) dengan pekerjaanmu. Saking sukanya, sampai kamu rela nggak dibayar uang lembur untuk pekerjaan yang kamu tangani selama ini.
Tapi sadar nggak sih, kalau otak yang dipaksa terus-menerus bisa menyebabkan masalah dalam hal produktivitas dan bikin kamu kurang kreatif? Apalagi sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa terlalu gila kerja bisa berdampak buruk pada performa otak dan kemampuan kognitif. Jadi, sebelum si bos protes dengan hasil kerjaanmu yang nggak semaksimal dulu, mending ambil cuti dan berliburlah.

4. Workaholic Nggak Sadar Kalau Seluruh Waktunya Tersedot Hanya untuk Bekerja


Saat pulang kerja di rumah, bukannya istirahat kamu malah maraton ngerjain laporan sambil minum bercangkir-cangkir kopi. Saat weekend, bukannya liburan dengan keluarga atau teman-teman, kamu malah balesin email bisnis dengan kuota internet pribadi. Kamu bahkan mengorbankan me-time untuk bertemu rekan dan lagi-lagi yang dibahas urusan kerja. Ini salah satu alasan yang bisa bikin workaholic menjadi terasing secara sosial meski sedang berada ditengah kumpulan banyak orang.

5. Workaholic Cenderung Perfeksionis dan Rentan Gangguan Jiwa


Nggak heran kalau workaholic itu berusaha bekerja semaksimal mungkin. Kamu akan berusaha mengerjakan semuanya sendiri dan nggak mau mendelegasikan tugas tim kepada rekan kerja. Kamu akan cenderung berpikir bahwa orang lain tidak akan sebaik dirimu dalam mengerjakan urusan kantor. Dampaknya, kamu menjadi seorang perfeksionis yang rentan dengan masalah kesehatan seperti stres, depresi, dan gangguan kecemasan.

6. Workaholic Seringnya Nggak Peka dengan Kesehatan Dirinya


Perubahan kondisi fisik tubuh meskipun kecil menunjukkan adanya “alarm” yang harus diwaspadai. Itu berarti tubuh memberitahu bahwa ada penyakit yang bisa mengancam kesehatan.
Sayangnya, jangankan mikirin orang lain, seorang workaholic juga nggak peka sama keadaan kesehatannya sendiri. Misalnya, perubahan suara menjadi serak dan parau, sering bersendawa, air liur berlebih, sulit menelan, nafas menjadi bau, bahkan perut kembung. Ini semua merupakan gejala sakit lambung yang nggak semua orang sadari. Jangan remehkan gejala sekecil apapun dan segera obati dengan Colidan jika memang terbukti asam lambungmu naik akibat gaya hidup workaholicmu selama ini.

7. Workaholic itu Nggak Sadar Kalau Manusia Dilahirkan Bukan untuk Kerja, Kerja, dan Kerja


Manusia nggak dilahirkan untuk sekedar mencari harta dan tahta. Ada banyak hal yang lebih berharga dalam hidup ini yang mungkin nggak kamu sadari. Tentu saja, menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan yang sangat berarti.

Kalau kamu termasuk si workaholic, kamu perlu sadar dan berhenti sekarang juga. Ada bahaya tak terlihat yang harus kamu waspadai. Bukan saja ini akan mengancam kesehatanmu, bahkan hubunganmu dengan orang tua, teman, pasangan, dan lingkungan sosial juga bisa terganggu. Just Remember, You are Not Born to Work!

Rekomendasi

COLIDAN
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
LIFESTYLE
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
TIPS LAMBUNG
LIFESTYLE
LIFESTYLE
LIFESTYLE
LIFESTYLE
LIFESTYLE
KESEHATAN
TIPS LAMBUNG
LIFESTYLE
LIFESTYLE